Edukasi
Beranda / Edukasi / Taman Nasional Tesso Nilo di Riau Mendunia, Punya Ratusan Spesies Tumbuhan dalam Satu Petak Hutan

Taman Nasional Tesso Nilo di Riau Mendunia, Punya Ratusan Spesies Tumbuhan dalam Satu Petak Hutan

RIAU — Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Provinsi Riau menjadi sorotan dunia karena kekayaan keanekaragaman hayatinya dan berbagai capaian konservasi satwa langka. Kawasan hutan hujan dataran rendah ini tercatat memiliki keragaman tumbuhan yang sangat tinggi sekaligus menjadi habitat sejumlah satwa dilindungi, termasuk Gajah dan Harimau Sumatra.

Catatan tersebut berasal dari hasil penelitian yang pernah dipublikasikan. Dalam satu petak penelitian berukuran hanya 200 meter persegi, ditemukan ratusan spesies tumbuhan berpembuluh.

Temuan itu kemudian membuat Center for Biodiversity Management menobatkan Tesso Nilo sebagai hutan dengan keanekaragaman jenis tumbuhan vaskular tertinggi yang pernah tercatat di dunia.

Kekayaan hayati Tesso Nilo tidak berhenti pada tumbuhan. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi beragam fauna, termasuk satwa yang berstatus kritis terancam punah.

Gajah Sumatra dan Harimau Sumatra menjadi dua di antaranya. Selain itu, terdapat Tapir Melayu, Beruang Madu, serta berbagai jenis primata seperti Owa dan Siamang.

Ketika Hujan Tak Kunjung Datang: Ancaman El Niño bagi Indonesia

Tesso Nilo juga dihuni ratusan jenis burung. Beberapa spesies Rangkong yang hidup di kawasan tersebut bahkan dikenal sebagai salah satu indikator kesehatan hutan.

Selain kekayaan biodiversitasnya, Tesso Nilo memiliki catatan dalam upaya konservasi Gajah melalui program Flying Squad atau Pasukan Gajah Reaksi Cepat.

Program yang telah berjalan sejak 2004 itu merupakan hasil kerja sama WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo.

Dalam pelaksanaannya, Gajah-gajah jinak bersama para pawang dimanfaatkan untuk membantu memitigasi konflik antara Gajah liar dan warga di sekitar kawasan taman nasional.

Salah satu capaian yang dicatat program Flying Squad adalah kelahiran anak-anak Gajah secara berkala di lokasi kamp Flying Squad.

Gaharu: Kayu Bernilai Emas yang Lahir dari Luka

Kelahiran tersebut menjadi catatan penting karena reproduksi gajah dalam kondisi semi-liar tergolong sulit dicapai.

Setiap kelahiran baru juga menjadi simbol optimisme bagi upaya pelestarian populasi Gajah Sumatra yang terus menyusut di alam liar.

Sejumlah individu Gajah dari program tersebut bahkan sempat mendapat perhatian luas di media sosial. Perhatian publik itu turut mendorong kepedulian masyarakat terhadap upaya penyelamatan kawasan Tesso Nilo.

Di balik berbagai catatan tersebut, Tesso Nilo masih menghadapi tantangan besar.

Perambahan hutan dan alih fungsi lahan menjadi tekanan yang menggerus luas tutupan hutan alami dari tahun ke tahun.

Sumpah Pemuda: Merawat Persatuan Bangsa di Tengah Perubahan Zaman

Karena itu, status dan berbagai prestasi Tesso Nilo di bidang ilmiah dan konservasi dinilai menjadi alasan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempertahankan keutuhan kawasan tersebut.

Menjaga Tesso Nilo berarti mempertahankan habitat berbagai satwa langka sekaligus melindungi kekayaan hutan hujan dataran rendah untuk generasi mendatang.

(Diambil dari berbagai sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *