Edukasi
Beranda / Edukasi / Komodo, Naga Purba yang Masih Bertahan di Indonesia

Komodo, Naga Purba yang Masih Bertahan di Indonesia

NUSA TENGGARA TIMUR — Di tengah bentang alam yang kering, komodo (Varanus komodoensis) masih bertahan sebagai salah satu satwa paling ikonik di Indonesia. Reptil yang kerap dijuluki sebagai “naga” ini merupakan kadal terbesar di dunia sekaligus satwa endemik yang hanya hidup di alam liar di kawasan Nusa Tenggara Timur.

Komodo dewasa dapat mencapai panjang sekitar tiga meter dengan berat lebih dari 70 kilogram. Meski bertubuh besar, satwa ini mampu berlari hingga sekitar 20 kilometer per jam dalam jarak pendek dan berenang antar pulau yang berdekatan. Sebagai predator puncak, komodo memangsa rusa timor, babi hutan, hingga kerbau liar.

Keunikan komodo juga terlihat dari cara berkembang biaknya. Komodo betina diketahui dapat menghasilkan keturunan tanpa kawin melalui proses yang disebut partenogenesis. Sementara itu, anak komodo yang baru menetas akan segera memanjat pohon untuk menghindari predator, termasuk komodo dewasa.

Habitat komodo hanya terbatas di Pulau Komodo, Rinca, Gili Motang, Gili Dasami, serta sebagian pesisir Flores. Kawasan tersebut dilindungi melalui Taman Nasional Komodo, yang didirikan pada tahun 1980 dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1991.

Menurut pengelola taman nasional, populasi komodo saat ini relatif stabil. Berdasarkan laporan media, jumlahnya mencapai sekitar 3.314 ekor pada akhir 2025. Meski demikian, sejak 2021 IUCN menggolongkan komodo sebagai satwa Terancam (Endangered). Sang “naga” masih menghadapi sejumlah ancaman, antara lain habitat yang terbatas, perburuan satwa mangsa, kebakaran sabana, perubahan iklim, dan tekanan pariwisata.

Lebih dari Sekadar Hutan, Kerinci Seblat adalah Penyangga Kehidupan Sumatera

Untuk menghadapi ancaman tersebut, berbagai upaya pelestarian telah dilakukan. Upaya itu antara lain patroli oleh ranger, pemantauan populasi menggunakan kamera jebak, pembatasan kuota pengunjung, serta pelibatan masyarakat lokal dalam menjaga kawasan.

Komodo bukan sekadar daya tarik wisata. Satwa ini adalah bukti kekayaan hayati Indonesia yang tidak ada duanya di dunia. Melindunginya bukan hanya soal mempertahankan satu spesies, melainkan juga menjaga sabana, satwa mangsa, hingga laut di sekitarnya. Dengan begitu, “naga purba” Indonesia ini dapat terus hidup di habitat alaminya untuk generasi mendatang.

 

sumber : Jumlah Komodo Terus Bertambah 2025 – Jurnal Flores, Balai TNK sebut populasi Komodo relatif stabil – ANTARA 

Ketika Hujan Tak Kunjung Datang: Ancaman El Niño bagi Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *